Dari Derby Milan ke Final Liga Champions: Perjalanan Sengit Menuju Puncak Eropa – Final Liga Champions 2025 mempertemukan dua kekuatan besar Eropa, Paris Saint-Germain (PSG) dan Inter Milan, dalam laga yang akan berlangsung di Allianz Arena, Munchen. Namun, bagi beberapa pemain, laga ini bukan sekadar perebutan trofi—ini adalah kesempatan untuk menuntaskan dendam lama yang masih membekas sejak Derby Milan.
Salah satu pemain yang paling merasakan tensi ini adalah Gianluigi Donnarumma, mantan kiper AC Milan yang slot 10k kini menjadi penjaga gawang utama PSG. Setelah bertahun-tahun menghadapi Inter Milan sebagai rival sekota, kini ia harus berhadapan dengan mereka di panggung terbesar sepak bola Eropa.
Perjalanan PSG dan Inter Milan Menuju Final
PSG: Misi Meraih Gelar Liga Champions Pertama
PSG menunjukkan performa luar biasa sepanjang musim 2024/2025. Di bawah kepemimpinan Luis Enrique, mereka berhasil mengalahkan beberapa tim besar dalam perjalanan menuju final:
- Babak 16 Besar: PSG mengalahkan Arsenal dengan agregat 4-2.
- Perempat Final: PSG menyingkirkan Real Madrid dalam duel sengit yang berakhir dengan skor 3-2.
- Semifinal: PSG mengatasi perlawanan Manchester City, menang dengan agregat 5-3.
Inter Milan: Kembali ke Final dengan Mental Juara
Inter Milan datang ke final dengan status sebagai juara Serie A dan memiliki skuat yang solid. Di bawah asuhan Simone Inzaghi, mereka mengandalkan kombinasi pemain berpengalaman seperti Lautaro Martinez, Nicolo Barella, dan Hakan Çalhanoğlu. Perjalanan mereka menuju final juga penuh tantangan:
- Babak 16 Besar: Inter mengalahkan Feyenoord dengan agregat 4-1.
- Perempat Final: Inter menyingkirkan Bayern Munchen dengan agregat 4-3.
- Semifinal: Inter mengalahkan Barcelona dalam laga dramatis dengan agregat 7-6.
Donnarumma: Dari Derby Milan ke Final Liga Champions
Kenangan Pahit di Derby Milan
Saat masih membela AC Milan, Donnarumma sering kali menjadi saksi bisu keperkasaan Inter Milan. Dalam 11 kali penampilan di Derby Milan, ia hanya meraih dua kemenangan, sementara sisanya berakhir dengan enam kekalahan dan tiga hasil imbang. Salah satu momen paling pahit terjadi pada Februari 2021, ketika Milan kalah 0-3 dari Inter.
Kesempatan Menebus Dendam
Kini, di bawah panji PSG, Donnarumma memiliki kesempatan untuk membalas luka lama. Jika ia mampu tampil gemilang di final, bukan hanya PSG yang akan meraih gelar Liga Champions pertama mereka, tetapi Donnarumma juga akan menutup babak kelam dalam sejarah pribadinya melawan Inter Milan.
Strategi PSG dan Inter Milan di Final
PSG: Dominasi Penguasaan Bola
Luis Enrique dikenal dengan filosofi permainan berbasis penguasaan bola. PSG akan berusaha mengontrol tempo permainan dan memanfaatkan celah di lini pertahanan Inter.
Inter Milan: Pertahanan Kokoh dan Serangan Cepat
Inter Milan memiliki pertahanan yang solid dan Spaceman Slot serangan balik yang mematikan. Mereka akan mengandalkan kecepatan Lautaro Martinez dan kreativitas Hakan Çalhanoğlu untuk menembus lini belakang PSG.
Kesimpulan
Final Liga Champions 2025 bukan hanya tentang trofi bagi PSG dan Inter Milan—ini adalah kesempatan bagi beberapa pemain untuk menuntaskan dendam lama dan membuktikan diri di panggung Mahjong Ways terbesar sepak bola Eropa. Dengan skuat yang lebih matang dan strategi yang lebih solid, PSG memiliki peluang besar untuk mengalahkan Inter Milan dan akhirnya meraih Si Kuping Besar.
Apakah PSG akan menulis sejarah baru di Munchen, atau Inter Milan akan kembali menjadi mimpi buruk bagi Donnarumma? Jawabannya akan terungkap pada 1 Juni 2025.